Abstract
Cerebral palsy (CP) is a non-progressive motor disorder caused by prenatal, perinatal, and postnatal factors, leading to movement and posture abnormalities. In Indonesia, around 0.60% of the total child population has CP (9 cases per 1000 live births). Speech and swallowing difficulties are common, affecting children’s nutritional status and development. Speech and oral motor therapy are effective in improving speaking and oromotor dysfunction. To determine the effectiveness of oromotor and speech therapy in improving swallowing, chewing, and speech abilities in children with CP. A case study was conducted at the "Lombok Care" Children with Disabilities Foundation. Language development was assessed with the Messay Language Test, and oromotor dysfunction was evaluated using Debra C. Gangale’s method. Pre and post-therapy assessments were performed to assess changes in motor and speech functions. The evaluation of 5 respondents showed an increase in speaking skills after speech therapy and swallowing skills after oromotor therapy. Both are shown to be effective in improving communication skills and oropharyngeal muscle coordination, as well as reducing the risk of aspiration. Speech and oral motor therapy are essential and effective in improving eating, swallowing, and speaking abilities in children with CP, and are an important part of holistic medical rehabilitation.Latar Belakang : Cerebral Palsy adalah kumpulan gejala kelainan gerakan motorik dan postur, banyak ditemukan pada anak – anak. Prevalensi kejadian Cerebral palsy pada negara maju adalah 2-2,5 kasus per 1000 kelahiran hidup dan pada negara berkembang 5,6 kasus per 1000 kelahiran hidup. Di Indonesia sebanyak 532.130 anak menderita Cerebral palsy atau 0,6% dari jumlah seluruh anak di Indonesia dan 9 kasus dalam setiap 1000 kelahiran hidup. Masalah yang terjadi pada anak dengan Cerebral palsy adalah anak kesulitan makan dan menelan dan kesulitan berbicara. Salah satu tatalaksana pada Cerebral palsy adalah tatalaksana disfungsi oromotor dan terapi wicara. Terapi wicara efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak dengan gangguan Cerebral palsy. Terapi oromotor efektif hingga 50% dalam rehabilitasi kesulitan menelan. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektifitas dan peran rehabilitasi medik pada disfungsi oromotor dan terapi wicara. Metode Penelitian: Observasi kasus dengan menggunakan data sekunder yang terdapat di rekam medis, kemudian dilakukan analisis data dan diinterpretasikan dengan menggunakan diagram. Penelitian dilakukan di Yayasan Anak dengan disabilitas “Lombok Care” Hasil dan Pembahasan: Penelitian dengan studi kasus dilakukan pada 5 anak dengan assessment sebelum dan setelah diberikan exercise oromotor dan terapi wicara didapatkan peningkatan skor dari masing – masing instrument yang digunakan untuk evaluasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tatalaksana disfungsi oromotor dan terapi wicara merupakan kebutuhan untuk anak dengan Cerebral Palsy. Kata Kunci: Cerebral palsy, Disfungsi oromotor, Terapi Wicara
Cite
CITATION STYLE
Wedayani, A. A. A. N., Ullyani, N., Restuningdyah, N. A. P., Sari, L. S., & Doyan, A. (2024). The Role of Medical Rehabilitation: Management of Oromotor Dysfunction (Mechanical and Kinetic Movement Dysfunction) and Speech Therapy in Children with Cerebral Palsy. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(11), 9879–9885. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i11.7580
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.