Abstract
Sampah menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan. Salah satu solusi adalah pendirian bank sampah, yang berperan dalam mengurangi timbunan sampah, menekan jumlah sampah ke TPA, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan tanggung jawab lingkungan. Di Kabupaten Toba, pemerintah bekerja sama dengan PT Solusi Rahayu Indonesia mendirikan Bank Sampah Tarhilala untuk mengatasi masalah sampah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kolaborasi penanganan penimbunan sampah melalui pendirian Bank Sampah Tarhilala dan faktor-faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Bank Sampah Tarhilala, serta lingkungan sekitar. Analisis data dilakukan menggunakan teori kolaborasi Cris Ansell dan Alison Gash dengan tiga indikator: keterlibatan stakeholder, komunikasi dan koordinasi, serta hasil kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pendirian Bank Sampah Tarhilala di Kabupaten Toba berjalan baik dalam beberapa aspek, seperti partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah, serta komunikasi efektif antar aktor. Namun, tantangan masih ada, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, kekurangan sumber daya dalam pengelolaan sampah, dan koordinasi antar aktor yang belum optimal. Keberhasilan kolaborasi sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Simamora, Y., & Sitti Hazzah Nur. (2024). Kolaborasi Penanganan Penimbunan Sampah melalui Bank Sampah Tarhilala di Kabupaten Toba. SAJJANA: Public Administration Review, 2(2), 164–175. https://doi.org/10.32734/sajjana.v2i2.19580
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.