DUKUNGAN KELUARGA YANG BAIK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSU TANGERANG

  • Fadilah L
  • Nasihin N
  • Lindawati L
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Data statistik Direktorat Keswa menunjukkan klien gangguan jiwa berat terbesar di Indonesia adalah skizofrenia yakni 70% (Depkes RI, 2008)  terjadi pada usia 18 sampai 45 tahun, tetapi ada juga berusia 11 sampai 12 tahun menderita skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 persen sampai 50 persen pasien yang pulang dari rumah sakit jiwa tidak memakan obat secara teratur (Appleton dalam Keliat,1996).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang datang berobat ke Poli Jiwa RSU Tangerang dengan teknik consecutive sampling. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0.000 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Dari hasil analisis diperoleh  nilai odds ratio (OR) = 19.94, artinya keluarga yang memberikan dukungan memiliki peluang 19.94 kali untuk anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa patuh minum obat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadilah, L., Nasihin, N., & Lindawati, L. (2014). DUKUNGAN KELUARGA YANG BAIK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSU TANGERANG. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 1(2), 61–68. https://doi.org/10.36743/medikes.v1i2.127

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free