Abstract
Adi Reka Mandiri (ARM) merupakan salah satu Layanan Manufaktur Elektronik Lokal yang memproduksi barang jadi seperti STB (Set Top Box), Network Router dan Smartphone. Salah satu produknya ialah produk Smartphone, masih terdapat banyak produk cacat yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Persentase defect produk Smartphone pada periode Januari 2022 - Juni 2022 mencapai 0,57% melebihi toleransi kecacatan produk pada perusahaan yaitu sebesar 0,1%. Adapun jenis defect produk Smartphone antara lain LCD Crack, LCD Black Spot, Speaker No Sound, Battery Leaking, Camera Fail, dan Fingerprint Fail. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab kecacatan dan memberikan usulan perbaikan guna meningkatkan kualitas. Metode yang digunakan adalah SPC (Statistical Processing Control) dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Tahapan dalam penelitian diawali dengan pengumpulan data, menganalisa data dengan SPC, menentukan nilai RPN menggunakan FMEA, dan tahap rekomendasi perbaikan. Hasil dari penelitian diketahui cacat produk paling dominan adalah LCD Black Spot (47%), LCD Crack (22%), dan Camera Fail (15%), ketiga cacat tersebut mencapai 84%. Penyebab kecacatan disebabkan karena faktor manusia, material, dan mesin. Nilai RPN tertinggi yaitu 432 pada LCD crack karena mesin kurang pengaturan. Rekomendasi perbaikannya adalah melakukan konfigurasi setiap sebelum perakitan tipe baru.
Cite
CITATION STYLE
Andika Lesmana, Pratiwi, I., & MZ, H. (2023). Pengendalian Kualitas Dengan Pendekatan SPC Dan FMEA Pada Proses Perakitan Smartphone (Studi Kasus : PT. Adi Reka Mandiri). Nusantara of Engineering (NOE), 6(1), 46–56. https://doi.org/10.29407/noe.v6i1.19865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.