Abstract
Latar Belakang: Dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin, penolong dituntut lebih waspada terhadap kemungkinan timbulnya masalah/penyulit. Salah satu faktor penentu dalam proses persalinan yang tidak boleh diabaikan yakni His atau kontraksi uterus. Adanya kontraksi uterus membantu kelancaran proses persalinan. Namun, terkadang kontraksi terjadi kurang kuat atau tidak teratur sehingga tidak dapat mendorong janin lahir pada waktunya. Inersia Uteri merupakan keadaan ini menunjukkan kontraksi rahim melemah. Jika terjadi persalinan lama yaitu kala I lebih dari 13 jam pada primigravida atau kala I lebih dari 7 jam pada multigravida, maka dimungkinkan adanya inersia uteri atau inkoordinasi kontraksi rahim. Tujuan: penelitian ini dilakukan untuk menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada ibu bersalin normal di RSUD Haji Makassar Metode : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Hasil: Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin Ny. “B” Kala I dengan Inersia uteri (berlangsung ± 17 jam). Pada pemeriksaan dalam/Vaginal Touch (VT) ke-6 pembukaan lengkap. Kala II berlangsung ± 25 menit, kala III berlangsung ± 10 menit. Pada kala IV dilakukan pemntauan dimana keadaan umum Ibu dan Bayi dalam batas normal sampai dipindahkan ke ruang nifas. Kesimpulan: Bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Cite
CITATION STYLE
Suharmi, S., & Evayanti, E. (2023). Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Inpartu Kala I dengan Inersia Uteri Primer. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Kesehatan, 6(2), 100–104. https://doi.org/10.56467/jptk.v6i2.85
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.