Pancasila Sebagai Titik Temu Agama-Agama Dan Kemanusiaan: Diskursus Nurcholish Madjid Dan Yudi Latif

  • Sulbi S
  • Siregar S
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Posisi Pancasila sebagai titik temu agama-agama dan masa depan kemanusiaan. Indonesia sebagai negara yang pluralis harus menciptakan suasana dialog yang terbuka dalam spirit kemanusiaan. Oleh sebab itu keberadaan Pancasila diletakan sebagai jembatan titik temu. Bukan sebaliknya, memahami bangsa dan Pancasila pada tindakan eksklusif sehingga mendorong pada perilaku menolak kebenaran dari agama-agama lain dan pikiran orang lain. Yudi Latif menilai hebatnya kekuatan pancasila sebagai titik temu dalam menjaga perilaku keagamaan, budaya, etnis, suku dan politik bahwa perbedaan agama, etnis, suku, ras, dan budaya bukanlah menjadi alasan untuk tidak bisa menemukan masa depan manusia dan agama, lebih khususnya untuk masa depan bangsa Indonesia masih kokohnya Pancasila sebagai ideologi negera. Bahkan Pancasila menjadi andil peradaban manusia Indonesia. Itulah pancasila adalah pemantik laboratorium untuk berdialog atau musyawarah dalam mencari kebenaran, tanpa harus membenci dan menindas

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulbi, S., & Siregar, S. H. (2021). Pancasila Sebagai Titik Temu Agama-Agama Dan Kemanusiaan: Diskursus Nurcholish Madjid Dan Yudi Latif. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 2(1), 52–66. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v2i1.1999

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free