Abstract
Dermatofitosis adalah mikosis kulit yang disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut dermatofita yang menginfeksi struktur keratin manusia dan hewan. Mikosis ini disebabkan oleh jenis kelamin Trichophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Trichophyton verrucosum, dermatofita ongin zoofilik, penting dalam dermatofitosis sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keberadaan I. verrucosum pada kulit sapi yang sehat dan mempelajari kasus klinis dermatofitosis, serta menghubungkan hubungannya dengan musim, umur dan jenis kelamin. Sebanyak 313 sapi, 171 di antaranya menunjukkan kulit yang sehat dan 142 sisanya dengan lesi kulit yang mirip dengan dermatofitosis, dipelajari. Sampel dikumpulkan menggunakan teknik karpet dan dikerok kulit dan rambut yang dibudidayakan dalam agar Sabouraud dengan kloramfenikol dan cicloheximide, diperkaya dengan thiamin dan inositol dan diinkubasi pada suhu 37°C hingga 30 hari T. verrucosion diisolasi hanya dalam dua (1,2% ) sampel sapi dengan kulit sehat dan 136 (95,8%) sampel hewan dengan lesi. Hewan dengan umur kurang dari satu tahun (92,8%), jantan (58,7%), dan pada periode musim gugur dan musim dingin (97,8%) menunjukkan frekuensi I verrucorum yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I. verrucosam pada kulit sapi yang sehat merupakan jamur peralihan, sesekali dan tidak menetap. Selain itu, dermatofitosis terjadi terutama selama musim gugur dan musim dingin, menjadi yang paling muda dan laki-laki yang paling terpengaruh
Cite
CITATION STYLE
Silveira, E. S. da, Nobre, M. de O., Souza, L. L. de, Faria, R. O. de, Cleff, M. B., & Meireles, M. C. A. (2018). Trichophyton verrucosum em bovinos com pele hígida e com lesões. Acta Scientiae Veterinariae, 31(1), 45. https://doi.org/10.22456/1679-9216.16976
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.