Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inquiry training dan pembelajaran langsung. (2) Mengetaui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah. (3) Melihat apakah ada interaksi model pembelajaran inquiry training terhadap sikap ilmiah siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir ktitis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Raya Kahean Kabupaten Simalungun. Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan mengacak kelas. Instrument yang digunakan terdiri dari: (1) tes sikap ilmiah siswa melalui angket dengan jumlah angket 25 pernyataan (2) tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk uraian sebanyak 9 soal. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inquiry Training lebih baik dibandingkan dengan Direct Intruction. (2) kemampuan berpikir kritis pada sikap ilmiah siswa tinggi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritis pada sikap ilmiah rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Inquiry Training dan Direct Intrudiction dengan sikap ilmiah siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata
Cite
CITATION STYLE
Siagian, H., & Susanto, I. (2012). PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA. Jurnal Pendidikan Fisika, 1(2), 43–48. https://doi.org/10.22611/jpf.v1i2.3183
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.