The Role of Social Capital on the Livelihood Strategy of the Pengkalen Batu Community, Payung Sub-district, South Bangka Regency

  • Isnawati I
  • Herdiyanti H
  • Rahman B
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research is one of the studies that refer to the socio-economic conditions of the Bangka community, especially in Pengkalen Batu Hamlet, in carrying out livelihood strategies. This research aims to explain the livelihood strategies the people of Pengkalen Batu Hamlet implemented in carrying out their lives amid limited access away from the village, which makes the community have to survive. This is based on the variety of natural potentials owned by the community and can be utilized in carrying out life amidst the limitations possessed by the community. Conditions with limited access and far from rural and urban settlements encourage people to be more active and creative in managing nature wisely and wisely. The condition of assets the community owns varies from natural, physical, financial, social, and human capital. This research uses descriptive qualitative research methods and purposive sampling data collection techniques. Based on the results of the research, the Pengkalen Batu community carried out several livelihood strategies, including life engineering, job diversification strategies from the various natural potentials they had, then migration engineering strategies carried out by the local community. The three strategies carried out do not just appear. Still, a push for access to social capital makes people think and move creatively and innovatively in developing their natural potential.Penelitian ini merupakan salah satu penelitian yang mengacu pada kondisi sosial ekonomi masyarakat Bangka khususnya di Dusun Pengkalen Batu dalam menjalankan strategi penghidupan (livelihood strategy). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Pengkalen Batu dalam keberlangsungan hidup di tengah keterbatasan akses yang jauh dari desa, yang membuat masyarakat harus bertahan hidup (survive). Hal ini didasarkan pada keragaman potensi alam yang dimiliki masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam melangsungkan kehidupan di tengah keterbatasan yang dimiliki masyarakat. Kondisi akses yang terbatas dan jauh dari pemukiman pedesaan dan perkotaan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengelola alam secara arif dan bijaksana. Kondisi aset yang dimiliki masyarakat bervariasi mulai dari modal alam, fisik, keuangan, sosial, dan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat Pengkalen Batu melakukan beberapa strategi penghidupan antara lain rekayasa kehidupan, strategi diversifikasi pekerjaan dari berbagai potensi alam yang dimiliki, kemudian strategi rekayasa migrasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Ketiga strategi yang dilakukan tidak muncul begitu saja. Namun, ada dorongan untuk mengakses modal sosial yang membuat masyarakat berpikir dan bergerak secara kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi alam yang dimiliki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Isnawati, I., Herdiyanti, H., Rahman, B., Sulaiman, A., Hayati, L., & Dedoe, A. (2021). The Role of Social Capital on the Livelihood Strategy of the Pengkalen Batu Community, Payung Sub-district, South Bangka Regency. Society, 9(1), 241–251. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.306

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free