Abstract
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Aktivitas fisik seperti senam kaki diketahui berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah.Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam kaki diabetes dilakukan secara terstruktur dengan durasi latihan 20–30 menit setiap sesi, diberikan dengan frekuensi 3 kali per minggu selama 4 minggu. Senam kaki dipandu oleh peneliti dengan mengikuti prosedur gerakan standar yang meliputi pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan. Kadar glukosa darah sewaktu diukur menggunakan glucometer sebelum intervensi (pre-test) dan setelah intervensi (post-test) untuk mengetahui efektivitas latihan. Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah sebelum senam kaki adalah 216,57 mg/dl, dan setelah intervensi menjadi 183,92 mg/dl, dengan rata-rata penurunan sebesar 32,65 mg/dl. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Kesimpulan: Senam kaki diabetes berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 dan dapat diterapkan sebagai intervensi non-farmakologis di tingkat layanan primer.Background: Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and impaired insulin secretion. Physical activity, such as foot exercises, is known to play a role in lowering blood glucose levels. Objective: To determine the effect of diabetic foot exercises on changes in blood glucose levels in patients with type 2 DM in the Gunung Lingkas Community Health Center (Puskesmas) in Tarakan City. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. A sample of 18 respondents was selected using a purposive sampling technique. The intervention, in the form of diabetic foot exercises, was carried out in a structured manner with a duration of 20–30 minutes per session, given three times per week for four weeks. The foot exercises were guided by the researcher following standard movement procedures including warm-up, core movements, and cool-down. Random blood glucose levels were measured using a glucometer before the intervention (pre-test) and after the intervention (post-test) to determine the effectiveness of the exercise. Results: The average blood glucose level before the foot exercise was 216,57 mg/dl, and after the intervention it became 183,92 mg/dl, with an average decrease of 32,65 mg/dl. Statistical testing showed a p-value of 0,001 (p < 0.05), indicating a significant effect. Conclusion: Diabetic foot exercises significantly reduce blood glucose levels in patients with type 2 diabetes and can be implemented as a non-pharmacological intervention at the primary care level.
Cite
CITATION STYLE
Baharuddin, R. (2025). Dampak Program Latihan Kaki Diabetik terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Journal Borneo, 5(2), 90–102. https://doi.org/10.57174/j.born.v5i2.184
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.