PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIEN

  • Maryanti M
  • Zulfarazi Z
N/ACitations
Citations of this article
97Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Matematika memiliki objek yang abstrak sehingga untuk memahaminya tidak cukup hanya dengan menghafal tetapi dibutuhkan adanya proses berpikir. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses berpikir dan menganalisa kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 1 Banda Aceh yang terdiri dari  tiga  siswa. Pemilihan subjek menggunakan teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive sampling) dan didasarkan   pada tingkat AQ  (climber,   camper, dan  quitter)   dan   kelancaran komunikasi (lisan dan tulisan) siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara berbasis tugas, kemudian dilakukan triangulasi  untuk  memeriksa keabsahan data. Data dianalisis dengan menggunakan konsep Miles dan Huberman: meliputi  tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  (1)  subjek climber  melakukan  proses  berpikir  secara  asimilasi dalam   memahami,    menyusun   rencana    penyelesaian,    dan   memeriksa    Kembali penyelesaian  masalah.  Sementara   itu, dalam  melaksanakan  rencana   penyelesaian masalah proses berpikir yang dilakukan adalah asimilasi dan akomodasi. Kesulitan yang dialami subjek climber dalam memecahkan masalah matematika adalah kesulitan dalam memahami beberapa makna soal dari masalah yang diberikan, (2) subjek camper juga melakukan proses berpikir  secara  asimilasi  dalam memahami,  menyusun  rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali penyelesaian masalah. Namun, melakukan proses berpikir secara asimilasi dan akomodasi dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah. Kesulitan   yang   dialami   subjek camper dalam memecahkan masalah matematika  disebabkan lupa konsep,  kesulitan memahami makna soal dari  masalah yang  diberikan  dan terkadang  juga kurang teliti ketika memecahkan masalah,  dan (3) subjek  quitter  melakukan  proses  berpikir   secara  asimilasi  dan  akomodasi dalam memahami dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah. Sementara itu, dalam menyusun rencana   penyelesaian dan memeriksa   kembali  penyelesaian   masalah dilakukan proses berpikir secara asimilasi. Kesulitan yang dialami subjek quitter dalam memecahkan masalah matematika disebabkan belum memahami dengan baik beberapa konsep dalam matematika, kesulitan memahami makna soal dari masalah yang diberikan dan kurang teliti ketika memecahkan masalah.Kata kunci:  Proses  Berpikir,  Pemecahan Masalah,  Langkah Langkah  Polya,  Adversity Quotient (AQ).

Cite

CITATION STYLE

APA

Maryanti, M., & Zulfarazi, Z. (2022). PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIEN. Jurnal Sains Riset, 12(3), 654–664. https://doi.org/10.47647/jsr.v12i3.898

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free