Kesantunan Berbahasa pada Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Tinjauan Sosiopragmatik

  • Triana D
N/ACitations
Citations of this article
100Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak            Kesantunan berbahasa merupakan hal yang dilakukan penutur dalam rangka meminimalisir perasaan tidak senang atau sakit hati akibat tuturan yang diungkapkan. Objek yang dikaji dalam skripsi ini adalah film Kartini karya Hanung Bramantyo. Rumusan masalah pertama, bagaimana wujud-wujud kesantunan menurut Leech dalam film Kartini dan kedua, faktor-faktor apa yang melatarbelakangi kesantunan tersebut. Penelitian ini penting dilakukan karena kesantunan yang terdapat dalam film Kartini jarang terlihat lagi di kehidupan sekarang. Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan wujud-wujud kesantunan pada film Kartini dan menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi kesantunan tersebut. Metode yang digunakan adalah simak bebas libat cakap. Penyimakan dilakukan dengan mengamati langsung data-data kebahasaan yang dimunculkan dalam film Kartini, terkait dengan maksim kesopanan dalam percakapan film tersebut. Penelitian ini menggunakan teori dari Leech yang mengemukakan enam maksim. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa film Kartini mengandung  keenam maksim yang diajukan oleh Leech, yaitu kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan, kerendahan hati, kecocokan, dan kesimpatian. Keenam maksim tersebut mengandung tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif..  Faktor-faktor yang menyebabkan kesantunan berbahasa yaitu status hubungan, jarak sosial, perbedaan usia, dan lingkungan keraton.Kata kunci: Kesantunan Berbahasa; Film Kartini; Sosiopragmatik

Cite

CITATION STYLE

APA

Triana, D. R. (2019). Kesantunan Berbahasa pada Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Tinjauan Sosiopragmatik. HUMANIKA, 26(1), 14. https://doi.org/10.14710/humanika.v26i1.21995

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free