Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan representasi yang dibangun oleh penulis artikel berita Le Figaro dalam wacana ini terhadap komunitas asia di Prancis dengan struktur-struktur menurut Teun Van Dijk. Penelitian kualititatif deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh struktur-struktur wacana kritis perspektif Teun A van Dijk dalam media daring Le Figaro dengan kajian analisis wacana krtitis. Sumber data yang digunakan merupapakn artikel berita yang dipublikasikan oleh Margaux d’Adhémar dari media daring Le Figaro pada bulan Januari 2020. Adapaun objek dari penelitian ini adalah kata , frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam artikel. Teknik pengumpulan data penelitian ini berasa dari penelitian studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan model kajian analisis wacana kritis van Dijk yang mencakup tiga struktur, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Jika dianalisa secara umum, penulis berita ingin menyampaikan pesan mengenai permasalahan sosial yang menimpa sebagian komunitas asia di Prancis pasca munculnya kasus Covid-19 di Prancis. Permasalahan tersebut merupakan tindakan rasis yang terjadi kepada komunitas asia di Prancis. Sehingga kejadian ini melatarbelakangi munculnya gerakan anti-rasisme “Je Ne Suis Pas Un Virus”. Melalui strategi wacana model Teun A van Dijk, penelitian ini menemuan bahwa, informasi dalam setiap kalimat yang terdapat dalam teks berhubungan dengan kalimat informasi selanjutnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa teks artikel berita ini merupakan salah satu representasi dari keadaan sosial komunitas Asia di Prancis yang mengalami tindakan rasis.
Cite
CITATION STYLE
Dino, A., Ratna, & Dian Savitri. (2022). Representasi komunitas Asia di Prancis pada gerakan anti rasisme Je Ne Suis Pas Un Virus dalam media daring Le Figaro. Franconesia, 1(1), 29–42. https://doi.org/10.21009/franconesia.11.4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.