POLITIK LOKAL VERSUS GLOBAL SEKSUALITAS DAN GENDER PERDEBATAN DI ERA POST-SOEHARTO

  • Muttaqin F
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gender dan seksualitas adalah variabel penting dalam membentuk politikIndonesia baik di masa orde baru maupun era reformasi. Di masa orde barudi bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, gender dan seksualitas terutamadikontrol oleh negara melalui peraturan seperti UU No. 1 Tahun 1974Tentang Perkawinan. Aturan tersebut mengatur tentang gender apa saja yangdiakui negara dan bagaimana peran gender yang harus dilakukan masingmasinggender, serta orientasi seksual apa dan perilaku seks apa yang diakuioleh negara. Sementara itu, di era reformasi, kelompok agama khususnyadari komunitas Muslim yang memainkan peran lebih banyak dalam politikgender dan seksualitas. Di bawah konteks politik tertentu baik di tingkatnasional terutama terkait gerakan reformasi maupun di tingkat globalterutama pasca 9/11, dan konteks perkembangan akademis dalam isyuseksualitas, saya menemui adanya kontestasi politik gender dan seksualitasdalam kerangka lokal versus global

Cite

CITATION STYLE

APA

Muttaqin, F. (2016). POLITIK LOKAL VERSUS GLOBAL SEKSUALITAS DAN GENDER PERDEBATAN DI ERA POST-SOEHARTO. Lakon : Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 3(1), 15. https://doi.org/10.20473/lakon.v3i1.1925

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free