Pelatihan Pembelajaran Blended Learning dalam Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Era Post Covid-19

  • Gawise G
  • G A
  • Warsita W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi yang dirasakan saat ini dapat memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan akan tetapi diperlukan rancangan yang baik dan terstruktur. Blended learning merupakan kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis elektronik. Permasalahan yang dialami guru adalah masih sering mengabaikan proses pembelajaran siswa yang mendapatkan shift belajar dari  rumah ini dikarena masih terbatasnya kemampuan guru dalam pemahaman penerapan pembelajaran blended learning. Pembelajaran dengan blended learning merupakan prinsip pembelajaran dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini ada 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan pembelajaran blended learning di era post covid-19. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru Sekolah Dasar Kota Baubau. Dimana Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah pelatihan pembelajaran blended learning dalam peningkatan kompetensi guru. Hasil kegiatan ini sangat baik ini terlihat dengan besarnya antusias peserta selama mengikuti kegiatan pelatihan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gawise, G., G, A. L. N., Warsita, W., & Anihu, I. (2022). Pelatihan Pembelajaran Blended Learning dalam Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Era Post Covid-19. Jurnal Abdidas, 3(2), 312–318. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i2.585

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free