Makna Paribasa Bali dalam “Geguritan Sampik: I Sampik Tong Nawang Natah” (Tinjauan Linguistik Kebudayaan)

  • Sutarma I
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan makna paribasa Bali yang terdapat dalam Geguritan Sampik: I Sampik Tong Nawang Natah. Metode penelitian: Data dikumpulkan dengan metode simak yang dibantu dengan pencatatan yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, metode padan ekstralingual dan teknik hubung banding yang bersifat ekstralingual. Untuk membahas permasalahan tersebut digunakan teori semiotik sosial. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian disajikan dengan metode formal dan informal dengan teknik perpaduan keduanya. Dalam Geguritan Sampik: I Sampik Tong Nawang Natah didapatkan lima jenis paribasa Bali, yaitu sesonggan, sesenggakan, sesawangan, bladbadan, dan raos ngempelin. Implikasi: Jenis-jenis paribasa Bali tersebut menyiratkan makna: perbandingan, perumpamaan, sindiran, penyesalan, keadaan, pekerjaan sia-sia, nasib sial, kecantikan, keindahan, siap siaga, ditinggalkan, senda gurau, dan salah paham.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sutarma, I. G. P. (2022). Makna Paribasa Bali dalam “Geguritan Sampik: I Sampik Tong Nawang Natah” (Tinjauan Linguistik Kebudayaan). Jurnal Bali Membangun Bali, 3(2), 111–124. https://doi.org/10.51172/jbmb.v3i2.231

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free