Abstract
Saat ini peminat dan penggemar ikan koi berbagai daerah di Indonesia khususnya di Bali meningkat sangat tajam. Pada kondisi dalam transportasi dari luar Bali menuju Bali, memicu stress yang mengakibatkan daya tahan koi menjadi turun sehingga penyakit timbul. Oleh karena itu adanya proses karantina sangat perlu dilakukan untuk mendapatkan koi yang sehat dan layak untuk dibudidaya. Penyakit pada Ikan koi bisa disebabkan oleh virus, parasit, dan juga bakteri, salah satunya bakteri Staphylococcus spp. Penelitian tentang infeksi bakteri pada Ikan koi sampai saat ini masih sangat langka, khususnya tentang Staphylococcus spp. pada ikan koi di Indonesia maupun di Bali. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data awal mengenai infeksi Staphylococcus spp. pada ikan koi. Pada penelitian ini, objek yang digunakan adalah ikan koi yang memiliki gejala penyakit maupun yang mengalami kematian pada masa karantina 14 hari. Ikan koi yang diteliti berasal dari supplier ikan koi asal Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur. Ukuran ikan koi berkisar antara 15 -25 cm yang dipelihara di kolam isolasi ikan di Raka koi and Tilapia Farm, Denpasar. Sampel yang diambil berjumlah 19 sampel, berupa 8 sampel swab sisik dari ikan koi asal Tulungagung dan 11 sampel swab sisik pada ikan koi asal Blitar menggunakan teknik random sampling. Staphylococcus spp. diisolasi dengan media Blood Agar dan MacConkey Agar dan diidentifikasi dengan uji pewarnaan Gram dan uji katalase. Dari hasil isolasi dan identifikasi bakteri, didapatkan 1 sampel yang positif terhadap bakteri Staphylococcus spp. (5,26%).
Cite
CITATION STYLE
Fairizca, S., Mahatmi, H., & Sudipa, P. H. (2022). Staphylococcus spp. pada Ikan Koi yang Dipelihara dalam Kolam Isolasi pada Masa Karantina. Buletin Veteriner Udayana, 287. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i03.p13
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.