Abstract
Kebiasaan cuci tangan petugas kesehatan pada institusi kesehatan merupakan prilaku yang mendasar dalam upaya mencegah peningkatan infeksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kepatuhan cuci tangan terhadap resiko terjadinya infeksi perawat pelaksana di ruang rawat inap Puskesmas Perawatan Buli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dan sekaligus dijadikan sampel yang memenuhi syarat sebanyak 30 orang. Alat analisis yang digunakan dengan uji statistik Mc nemar test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di lihat dari karakteristik responden diketahui sebagian besar responden mempunyai umur antara 20-40 tahun (69,99%), jenis kelamin perempuan (83,34%), tingkat pendidikan Diploma 3 (73,34%), dan lama bekerja antara 5-10 tahun (63,34%), sebagian besar perawat cuci tangan sebelum melakukan tindakan mempunyai tingkat kepatuhan tergolong tidak patuh yaitu sebanyak 18 orang (60,00%), sebagian besar perawat cuci tangan sesudah melakukan tindakan mempunyai tingkat kepatuhan tergolong patuh yaitu sebanyak 23 orang (77,00%), dan tidak terdapat perbedaan (pengaruh) cuci tangan perawat pelaksana terhadap resiko infeksi nosokomial di Puskesmas Perawatan Buli. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan (pengaruh) cuci tangan perawat pelaksana. Kebiasaan cuci tangan harus selalu dilaksanakan oleh perawat
Cite
CITATION STYLE
Arni, A. (2025). PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT PELAKSANA TERHADAP RESIKO TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL DI PUSKESMAS BULI. LELEANI : Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 5(1), 10–17. https://doi.org/10.55984/leleani.v5i1.232
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.