Abstract
Peran seorang ibu sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Narasi dalam Matius 15:21-28 menggambarkan dedikasi seorang ibu Kanaan yang merendahkan diri demi kesembuhan putrinya. Kisah ini menjadi representasi esensi motherhood dan antitesis fenomena motherless yang semakin umum di masyarakat saat ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi narasi perempuan Kanaan dalam memahami isu-isu terkait motherhood dan kondisi motherless. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis mendalam terhadap teks Alkitab dan relevansinya dengan kompleksitas keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah ini menawarkan model motherhood yang menekankan dedikasi, kerendahan hati, dan persistensi. Nilai-nilai ini dapat diimplementasikan melalui dukungan komunitas, program edukasi parenting, dan pendampingan psikologis bagi ibu-ibu. Narasi ini juga mengajarkan bahwa motherhood memiliki dimensi spiritual yang kuat, mencerminkan tanggung jawab yang melampaui kebutuhan fisik dan emosional anak. Dengan demikian, kisah ini tidak hanya berfungsi sebagai narasi historis tetapi juga sebagai paradigma komprehensif tentang motherhood yang dapat mengatasi krisis motherless dalam masyarakat modern.
Cite
CITATION STYLE
Raulina, R., & Tambun, R. H. I. (2024). KASIHANILAH AKU YA TUHAN: KRITIK NARATIF MENGENAI KASIH IBU MENURUT MATIUS 15:21-28. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 7(2), 212–226. https://doi.org/10.47457/phr.v7i2.534
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.