Abstract
Gizi ibu hamil berperan penting dalam pertumbuhan janin dan proses persalinan. Kekurangan gizi selama kehamilan meningkatkan pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah, dan risiko stunting pada usia 2 tahun. Salah satu strategi nasional percepatan penurunan stunting berupa intervensi spesifik adalah ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Saat ini pemberian PMT ibu hamil berupa biskuit lapis yang diformulasikan dengan vitamin dan mineral. Adapun jenis pemberian makanan tambahan lain sebagai makanan pemulihan diantaranya bahan makanan sumber protein hewani yang diberikan selama 90 hari. PMT lokal perlu dikembangkan untuk mendukung pola makan sehat dari sistem pangan berkelanjutan menggunakan bahan makanan lokal dan murah seperti ikan rucah. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan wirausaha baru mandiri dalam memanfaatkan bahan makanan lokal sebagai alternatif PMT lokal ibu hamil KEK melalui pelatihan pembuatan abon ikan “Bon-Bon” kepada kader posyandu dan UMKM di Kelurahan Pedurungan Tengah berjumlah 21 orang. Hasil pelatihan masih perlu perbaikan rasa dan tekstur dari abon ikan yang telah diolah peserta. Saran pelaksanaan kegiatan selanjutnya adalah pendampingan selama pembuatan abon ikan sehingga diperoleh produk PMT lokal dengan daya terima yang baik.
Cite
CITATION STYLE
Larasati, M. D., Susiloretni, K. A., Mintarsih, S. N., & Setiadi, Y. (2023). Pemanfaatan Ikan Rucah: Mempersiapkan Wirausaha Baru dalam Produksi Abon Ikan “Bon-Bon” sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal. Abdimas Universal, 5(1), 68–74. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v5i1.263
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.