Abstract
Dalam dunia industri khususnya dunia industri p ertanian dalam menghasilkan produk yang akan dijual ke konsumen maka salah satu aspek penting dalam melakukan usaha pertanian khususnya usaha budidaya tanaman padi harus memperhatikan harga pokok. Penentuan harga pokok ini bertujuan untuk mem perkecil kerugian yang dapat terjadi. Untuk mendapatkan harga pokok dari usaha tani beras dilakukan perhitungan hasil produksi tanaman, biaya pemu pan dan obat obatan, pengeluaran biaya pajak, bunga modal, pusutan peralatan, biaya tenaga kerja,biaya angkutan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah purpose sampling dengan pertimbangan daerah penghasil padi terbesar di kecamatan Walantaka. Data diambil dari petani 3 kelurahan yaitu kelurahan Nyapah, Tegal sari dan Lebakwangi. Hasil penelitian didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk usaha tani beras sebesar Rp.6.223.500(Nyapah) ,Rp.5.993.500(Tegal Sari), Rp. 5.930.000 (Lebak Wangi). Harga pokok hasil usaha tani beras didapatkan harga Lebakwangi Rp.6.760,00, Tegal sari Rp. 6.117,00 dan Nyapah Rp. 5.331,00 berdasarkan perhitungan biaya eksplisit dan implisit. Untuk harga pokok berdasarkan biaya eksplisit maka didapatkan harga sebesar Rp.4.576 (Nyapah), Tegal Sari sebesar Rp .5.257, Lebakwangi sebesar Rp. 5.813 .
Cite
CITATION STYLE
Roidelindho, K., Novrianti, D. P., Hilal, S., & Putri, N. N. (2022). ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK USAHA TANI BERAS PADA KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG. JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI, 8(1), 41–45. https://doi.org/10.33884/jrsi.v8i1.6515
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.