Abstract
Penyiraman dan pemupukan pada perkebunan konvensional sebagian besar masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan air dan pupuk tidak efisien. pada penelitian ini penulis mencoba membuat prototipe penyiraman tanaman yang berfungsi untuk menyiram petak tanaman secara otomatis sesuai dengan perintah pengoperasian. Perintah pengoperasian diputuskan berdasarkan dari data terbuka prakiraan cuaca BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan data sensor kelembapan tanah. Data prakiraan cuaca akan diperoleh dari data terbuka BMKG dengan format XML dan data prakiraan diolahan menjadi variabel. Data kelembaban tanah diperoleh dari sensor, kemudian disimpan ke database MySQL melalui ESP8266. Data kelembaban tanah diperoleh dari sensor, kemudian disimpan ke database MySQL melalui ESP8266. Penyiraman dan pemupukan pada pagi hari dan siang hari dan pemupukan sesuai dengan kala pemupukan per bulan pada pagi hari. Perangkat penyiraman menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler yang terhubung ke WiFi (Wireless Fidelity) untuk menerima perintah penyiraman ke masing-masing petak. Penggerak perangkat menggunakan dinamo stepper yang dapat bergerak dari petak A hingga petak C atau sesuai dengan perintah yang diberikan. Penyiraman dan pemupukan menggunakan pompa air yang bisa hidup dan mati berdasarkan relai yang dikendalikan oleh mikrokontroler. Perangkat dapat melakukan operasi penyiraman yang diperoleh sesuai dengan data prakiraan cuaca BMKG dan kelembapan tanah pada petak. Dengan penggunaan perangkat, penyiraman petak dapat dilakukan secara optimal sesuai dengan nilai kelembapan optimal untuk jenis tanaman yang berada pada petak tanah. Operasi pemupukan dilakukan perangkat berdasarkan jadwal pemupukan yang dipilih pengguna.Watering and fertilization on conventional plantations are still mostly done manually, making their use inefficient. In this research, the author aims to develop a plant watering prototype that automatically waters plant plots in response to operating commands. Operation orders are decided based on open data from BMKG (Meteorology, Climatology and Geophysics Agency) weather forecasts and soil moisture sensor data. Weather forecast data will be obtained from BMKG open data in XML format, then processed into variables. Soil moisture data is obtained from the sensor and saved to the MySQL database via the ESP8266. Soil moisture data is obtained from the sensor and saved to the MySQL database via the ESP8266. Watering and fertilizing in the morning and afternoon, and fertilizing according to the monthly fertilization period in the morning. The watering device uses an ESP8266 microcontroller connected to a Wi-Fi (Wireless Fidelity) network to receive watering commands for each plot. The device is driven by a stepper motor, which can move from plot A to plot C or according to the command. Watering and fertilizing use a water pump that turns on and off via a relay controlled by a microcontroller. The device can perform watering operations based on the BMKG weather forecast data and soil moisture on the plot. Using the device allows optimal watering to be applied based on the plant's optimal humidity for the plot. Fertilization operations are performed by the device according to the user-selected fertilizer schedule.
Cite
CITATION STYLE
Rachman, I. F., Hadriansa, H., & Puji, A. T. (2025). Rekayasa Perangkat Penyiraman Dan Pemupukan Tanaman Otomatis pada Perkebunan Berbasis IoT. Journal of Applied Microcontroller and Autonomous System, 5(2), 24–30. https://doi.org/10.71302/jamas.v5i2.79
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.