Pengaruh Dosis Pupuk Silika Padat terhadap Pertumbuhan Padi Hitam Lokal Aksesi Tasikmalaya

  • Halim D
  • Nasrudin N
  • Firmansyah E
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Garam merupakan cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui cekaman ionik, osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan hara silika berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penambahan dosis hara silika padat terhadap pertumbuhan padi lokal aksesi Tasikmalaya pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Universitas Perjuangan Tasikmalaya menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Konsentrasi garam sebagai faktor ke-1 dengan 4 aras di antaranya 0 dS m-1, 4 dS m-1, 8 dS m-1, dan 12 dS m-1. Dosis hara silika padat sebagai faktor ke-2 dengan 3 aras di antaranya 300 mg kg-1, 450 mg kg-1, dan 600 mg kg-1. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 56 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan jumlah anakan 70 HST serta panjang akar dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 8 dS m-1 menghasilkan bobot kering tajuk yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi garam lainnya. Intraksi konsentrasi garam dengan dosis hara silika berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 0 – 4 dS m-1 dengan dosis silika sebesar 300 mg kg-1 menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan konsentrasi garam 0, 4, dan 12 dS m-1 dengan dosis silika 300 – 600 mg kg-1 menghasilkan bobot kering akar tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi garam maka akan menurunkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk, sedangkan konsentrasi garam 8 dS m-1 ditambah dosis hara silika menyebabkan penurunan terhadap bobot kering akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk.  Garam merupakan cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui cekaman ionik, osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan hara silika berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penambahan dosis hara silika padat terhadap pertumbuhan padi lokal aksesi Tasikmalaya pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Konsentrasi garam sebagai faktor ke-1 dengan 4 aras di antaranya 0 dS.m-1, 4 dS.m-1, 8 dS.m-1, dan 12 dS.m-1. Dosis hara silika padat sebagai faktor ke-2 dengan 3 aras di antaranya 300 mg.kg-1, 450 mg.kg-1, dan 600 mg.kg-1. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 56 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan jumlah anakan 70 HST serta panjang akar dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 8 dS.m-1 menghasilkan bobot kering tajuk yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi garam lainnya. Intraksi konsentrasi garam dengan dosis hara silika berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 0 - 4 dS.m-1 dengan dosis silika sebesar 300 mg.kg-1 menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan konsentrasi garam 0, 4, dan 12 dS.m-1 dengan dosis silika 300 - 600 mg.kg-1 menghasilkan bobot kering akar tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi garam maka akan menurunkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk, sedangkan konsentrasi garam 8 dS.m-1 ditambah dosis hara silika menyebabkan penurunan terhadap bobot kering akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk.

Cite

CITATION STYLE

APA

Halim, D. A., Nasrudin, N., & Firmansyah, E. (2022). Pengaruh Dosis Pupuk Silika Padat terhadap Pertumbuhan Padi Hitam Lokal Aksesi Tasikmalaya. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 4(1), 15–23. https://doi.org/10.36423/agroscript.v4i1.938

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free