Konsep Manajemen Bimbingan dan Konseling

  • Fawri A
  • Neviyarni N
N/ACitations
Citations of this article
579Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 diterbitkan untuk menjadi acuan baru pelaksanaan tata kelola bimbingan dan konseling mulai dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling. Melaksanakan program pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadikan generasi yang memiliki kopetensi sangatlah menjadi tanggung jawab seorang pendidik. Seorang konselor tepatnya guru bimbingan dan konseling harus memiliki manajemen yang baik (pengelolaan dan pengaturan) agar memiliki langkah langkah yang baik dalam pelaksanaan program yang akan di buat. Guru bimbingan dan konseling perlu untuk membuat rancangan program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan bahkan harian dan agar program berjalan maka perlu untuk menyesuaikan dengan  fungsi dari manajemen, harus benar benar tercapai secara ideal adapun fungsi pelaksanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Organisasi dan personalia adalah masalah yang sangat sering dijumpai di instansi pendidikan dengan tidak adanya kesesuaian dengan tenaga kerja pendidik sehingga menjadikan sebuah hambatan untuk terlaksananya kinerja yang baik. Permasalah yang timbul ini dilihat dari jumlah data sekunder yang didapatkan dari berbagai hasil penelitian baik itu dengan menggunakan observasi dan wawancara kepada tenaga pendidik

Cite

CITATION STYLE

APA

Fawri, A., & Neviyarni, N. (2021). Konsep Manajemen Bimbingan dan Konseling. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(1), 196–202. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i1.266

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free