Uji Potensi Isolat Khamir Dari Rhizosfer Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar Sebagai Agen Penghasil IAA (Indole Acetic Acid)

  • Maya F
  • Alami N
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indole-3-acetic acid (IAA) merupakan salah satu fitohormon golongan auksin alami yang disintesis dari triptofan yang berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Khamir merupakan salah satu mikroorganisme rhizosfer yang mampu mensintesis IAA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan isolat khamir yang berasal dari rhizosfer mangrove dalam menghasilkan IAA serta pengaruh lama waktu inkubasi terhadap konsentrasi IAA dan berat kering sel yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif dengan mengamati perubahan warna yangg terjadi serta seacara kuantitatif dengan mengukur absorbansi warna yang dihasilkan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang diperoleh yaitu semua isolat yang digunakan memiliki potensi dalam menghasilkan IAA, dimana isolat G8.1 memiliki kemampuan tertinggi dalam menghasilkan IAA sebsar 11,97 ppm. Lama waktu inkubasi ternyata berpengaruh terhadap konsetrasi IAA dan berat kering sel yang dihasilkan. Konsentrasi IAA paling tinggi dihasilkan pada hari ke tujuh (168 h) sebesar 43,50 ppm dengan berat kering sel 0,119 gram.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maya, F. N., & Alami, N. H. (2019). Uji Potensi Isolat Khamir Dari Rhizosfer Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar Sebagai Agen Penghasil IAA (Indole Acetic Acid). Jurnal Sains Dan Seni ITS, 8(1). https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i1.41855

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free