Abstract
Minyak jelantah merupakan sisa dari proses menggoreng makanan yang umumnya berasal dari beragam jenis minyak goreng seperti kelapa dan kelapa sawit. Penggunaan berulang minyak jelantah dalam penggorengan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Program ini mengeksplorasi peluang mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi guna mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan nilai produk dan mengurangi limbah di lingkungan. Lilin aromaterapi memiliki nilai ekstra berupa aroma dan manfaat aromaterapi. Tim Pengabdian dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya telah mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi bagi para pedagang kantin di kampus. Inisiatif ini bertujuan mengedukasi para pedagang tentang potensi mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia dapat diminimalisir. Secara komprehensif, kegiatan ini berhasil mengedarkan pengetahuan dan memberikan keterampilan praktis kepada para pedagang kantin dalam menerapkan teknik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Selanjutnya, para pedagang ini berhasil mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam praktik pembuatan lilin aromaterapi. Berdasarkan hasil survei tindak lanjut dari kegiatan ini, terungkap bahwa tujuh dari sepuluh pedagang telah berhasil menghasilkan lilin aromaterapi yang berasal dari minyak jelantah hasil proses memasak.
Cite
CITATION STYLE
Anugrah, D. S. B., Wijanarko, A. M., & Sinanu, J. D. (2023). Pemberdayaan Pedagang Kantin di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Kampus BSD, Melalui Edukasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(3), 1279–1285. https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.3116
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.