Bentuk Tanda dalam Naskah Lontaraq Pananrang Masyarakat Desa Lise: Kajian Semiotika Pierce

  • Hafid A
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tanda lontaraq pananrang orang Lise. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari naskah Lontaraq.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda dalam naskah lontaraq pananrang atau allaonrumang berbentuk kata dan frasa. Kata dan frasa merupakan referen dari bentuk dan posisi bintang yang muncul setiap tanggal pada bulan tertentu. Tanda yang mereka ambil adalah manuq (ayam), tékkosorong (bajak tradisional), woromporong, watampatang, walu, tanra, lambaru, éppang, dan wara-wara. Hal yang mendasar ditemukan dalam penelitian ini adalah dalam hal penentuan tanda. Masyarakat Bugis dalam menentukan sebuah tanda selalu berpatokan pada budaya, mengambil benda-benda yang ada di sekitarnya yang dikenal masyarakat, sedangkan Pierce menentukan sebuah tanda berdasarkan logika. Wujud tanda yang diambil dari budaya berupa benda, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang mudah dikenal, ditemukan dan digunakan oleh masyarakat Desa Lise.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hafid, A. (2019). Bentuk Tanda dalam Naskah Lontaraq Pananrang Masyarakat Desa Lise: Kajian Semiotika Pierce. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 1(2), 46–55. https://doi.org/10.31605/ijes.v1i2.249

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free