Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Melalui Metode ‘Palingpegas’ Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara

  • Siswadi S
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa Damarwulan di Kabupaten Jepara di Jawa Tengah, sebagian besar penduduknya menggantungkan pendapatannya dari tanaman kopi seluas 800 hektar, dapat menghasilkan uang senilai 1,5 milyard rupiah. Jika dihitung, harga jual kopi hanya Rp 7.500/kg kopi kering. Sebaliknya, kalau dijual dalam bentuk kopi bubuk, akan laku Rp 100.000/kg. Permasalahan tersebut diatas merupakan alasan utama Tim pengusul STIMART “AMNI” Semarang mengajukan usulan program IbM di Desa Damarwulan, mengingat selisih harga jual kopi kering dan kopi bubuk yang demikian besar. Tujuan khusus yang ingin dicapai pada program IbM ini yaitu Kelompok Tani mampu memproduksi kopi bubuk secara ekonomis dan produktif serta memperluas pemasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Tim pengusul melakukan metode pendekatan penyuluhan dan praktek pembuatan biogas serta pemasaran online.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siswadi, S. (2018). Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Melalui Metode ‘Palingpegas’ Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 202. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v9i2.1613

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free