Ameliorasi Media Tailing Pascatambang Timah dengan Sabut Kelapa pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa L. chinensis) dengan Sistem Irigasi Growick

  • Inonu I
  • Apriyadi R
  • Utari D
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lahan bekas tambang timah sebagian besar berbentuk tailing pasir, dengan tekstur didominasi oleh fraksi pasir, sehingga daya pegang airnya rendah.  Sistem irigasi growick dikembangkan pada budidaya tanaman di lahan pascatambang, dengan memanfaatkan sumbu kapiler Untuk mempertahankan kandungan air pada media tanam, maka perlu diameliorasi dengan sabut kelapa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis sabut kelapa yang ditambahkan pada media tailing pasir  terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy dengan sistem irigasi growick  tailing.  Penelitian di lahan Kebun Percobaan dan Penelitian Universitas Bangka Belitung, Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka pada Januari sampai April 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Tunggal dengan 3 ulangan.  Perlakuan dosis sabut kelapa yang diteliti adalah 0; 200; 400; 600; 800, dan  1000 g per polybag.  Data yang diperoleh akan dianalis statistika menggunakan Analysis of Variance dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) α = 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi pakcoy dipengaruhi oleh dosis ameliorant sabut kelapa, dan pertumbuha dan produksi paling baik diperoleh pada dosis 600 g. Efisiensi penggunaan air oleh tanaman pada dosis 600 g paling efisien.

Cite

CITATION STYLE

APA

Inonu, I., Apriyadi, R., & Utari, D. (2021). Ameliorasi Media Tailing Pascatambang Timah dengan Sabut Kelapa pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa L. chinensis) dengan Sistem Irigasi Growick. AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 5(1), 27–33. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v5i1.209

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free