HUBUNGAN ANTARA IBU DENGAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA MASA KEHAMILAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 6-18 BULAN DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY

  • K M
  • Anggi A S
N/ACitations
Citations of this article
174Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, faktor lingkungan (faktor pranatal dan postnatal). Faktor prenatal yang paling berperan adalah status kurang energi kronis (KEK) 33,5%. Tujuan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ibu dengan kurang energi kronik (kek) pada masa kehamilan terhadap pertumbuhan dan perkembanggan balita usia 6-18 bulan. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada 662 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat ibu hamil dengan kek sebanyak 49 (7,4%) dan ibu hamil tidak KEK sebanyak 613 (92,6%). Pada pertumbuhan dalam kategori tidak sesuai 18 (36,7%), dalam kategori sesuai 31 (63,3). Untuk perkembangan anak kategori sesuai 29 (59,2%), dalam kategori meragukan 14 (28,6%) dalam kategori penyimpangan 6 (12,2%). Diharapkan hasil penelitian dapat meminimalisir angka kejadian kek dan juga dapat memaksimalkan asuhan pada ibu hamil.

Cite

CITATION STYLE

APA

K, M., & Anggi A, S. (2021). HUBUNGAN ANTARA IBU DENGAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA MASA KEHAMILAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 6-18 BULAN DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY. Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 5(2), 81–90. https://doi.org/10.35568/bimtas.v5i2.1859

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free