Konsep Tarbiyah dalam Pendidikan Islam Klasik dan Implikasinya terhadap Kurikulum PAI Kontemporer

  • Ropiki Iskandar A
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas konsep tarbiyah dalam tradisi pendidikan Islam klasik dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (library research) dengan menelaah karya-karya klasik para ulama seperti Ibn Sahnun, al-Ghazali, Ibn Jama’ah, Ibn Khaldun, serta literatur modern yang menafsirkan ulang konsep tarbiyah dalam konteks pendidikan masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarbiyah dalam pendidikan Islam klasik tidak hanya bermakna pengajaran (ta’lim), tetapi mencakup penumbuhan akhlak, pembinaan karakter, pengembangan spiritual, serta penyiapan peserta didik untuk menjadi manusia yang berperan sosial. Dalam konteks kurikulum PAI kontemporer, konsep tarbiyah memiliki implikasi kuat terhadap orientasi kompetensi spiritual, moral, sosial, dan intelektual, sejalan dengan pendekatan Merdeka Belajar dan Pendidikan Karakter. Artikel ini juga mengkaji penelitian-penelitian terdahulu yang mengangkat tarbiyah sebagai basis pengembangan model pendidikan Islam modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai tarbiyah klasik perlu dilakukan untuk membangun kurikulum PAI yang lebih holistik, humanistik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ropiki Iskandar, A. (2026). Konsep Tarbiyah dalam Pendidikan Islam Klasik dan Implikasinya terhadap Kurikulum PAI Kontemporer. Ta’lim: The Islamic Religious Educational Journal, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.65585/jt.v4i1.184

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free