Keterpaduan Antarmoda Transportasi Untuk Mendukung Operasional LRT Kota Palembang

  • Magdalena M
  • Akustia W
N/ACitations
Citations of this article
111Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berdasarkan studi Sustainable Urban Transport Index, tahun 2020 di Kota Palembang, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya pengguna angkutan umum di Kota Palembang, salah satunya adalah rendahnya nilai rata-rata tingkat kepuasan penguna angkutan umum  yaitu sebesar 48,05%. parameter tingkat kepuasan yang di nilai, salah satunya yaitu rendahnya utilisasi/ridership LRT Palembang dimana belum adanya sistem dan fasilitas keterpaduan antarmoda transportasi di masing-masing stasiun LRT. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan rumusan tentang detail rencana kegiatan pengembangan keterpaduan antarmoda transportasi di stasiun-stasiun LRT yang terpilih, baik terkait keterpaduan prasarana, keterpaduan jaringan, maupun keterpaduan layanan, khususnya berkaitan dengan penyediaan sistem feeder, lahan parkir (park and ride), konsep TOD (Transit Oriented Development), termasuk penyediaan jalur pejalan kaki maupun jalur sepeda.. Pendekatan penelitian mengadopsi konsep dan keterpaduan antarmoda transportasi serta konsep pengembangan city hub dan TOD, dimana pendekatan pengembangan keterpaduan antarmoda transportasi yang digunakan dalam penelitian untuk LRT Palembang. Hasil analisis menunjukkan keterpaduan antarmoda pada stasiun-stasiun eksisting dapat dikatakan belum mendukung peran LRT Palembang sebagai angkutan massal (terdapat perbedaan tingkat pelayanan yang mencolok antara LRT dengan perpindahan modanya/different level of services), khususnya: titik alih moda, akses tataguna lahan, ketidak tersediaan rambu petunjuk arah ke lokasi perpindahan moda, tidak tersedianya fasilitas keamanan. Sedangkan hasil dari stated preference dimana pendapat masyarakat bahwa Masyarakat umumnya menginginkan layanan LRT lebih cepat, murah, aksesibel dan penyediaan keterpaduan antarmoda transportasi masih kurang, oleh karena itu pada studi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni Pemanfaatan lahan di sekitar lokasi stasiun LRT Palembang belum berorientasi transit (masih low-density and single activity) dan Penyediaan sistem feeder eksisting (BRT Trans Musi) cenderung redundance (fungsi jaringan mirip LRT), perlu dikembangkan sistem feeder yang sifatnya angkutan lingkungan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Magdalena, M., & Akustia, W. (2021). Keterpaduan Antarmoda Transportasi Untuk Mendukung Operasional LRT Kota Palembang. Jurnal Transportasi Multimoda, 19(1), 32–47. https://doi.org/10.25104/mtm.v19i1.1858

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free