PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA

  • Ardiansyah A
N/ACitations
Citations of this article
392Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Eksistensi dua filosof ternama dunia yakni Al-Farabi dan Ibnu Sina termasuk yang membawa tonggak-tonggak filsafat Islam yang kemudian diikuti oleh para filosof setelahnya. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat emanasi dan jiwa yang telah penulis sebutkan dalam pembahasan tersebut. Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam. Sekalipun masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama dan generasi Islam tentang isi pikiran-pikiran kedua filosof tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik lewat keilmuan-keilmuannya pada Islam khususnya dan dunia luar pada umumnya. Misalnya konsen pemikiran filsafat emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina yang memilki kesamaan terkait dengan konsepsi emanasi dari akal ke 1 sampai akal ke 10 yang menekankan bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dan karena itu ia sebut Waajib al-Wujuud li zaatih, (yang mesti ada karena diri-Nya sendiri). Dari-Nya memancar segenap alam ciptaan-Nya, baik yang bersifat rohani (imateri) maupun yang bersifat jasmani (materi).

Cite

CITATION STYLE

APA

Ardiansyah, A. (2020). PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 4(2), 168–183. https://doi.org/10.52266/tadjid.v4i2.520

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free