Edukasi Masyarakat desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah Melalui Penyuluhan Budaya Hemat Energi dari Vampir Listrik

  • Muljono A
  • I Made Ari N
  • Sultan S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting dan vital yang tidak dapat dilepaskan dari keperluan sehari-hari. Tanpa disadari pada umumnya kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan peralatan listrik/elektronik masih belum memperhatikan terhadap aturan standard baku. Salah satu perilaku kebiasaan yang kurang tepat apabila peralatan elektronik yang tidak digunakan, dalam posisi standby tetap dibiarkan terhubung ke stop kontak listrik. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan bahaya panas dan pemborosan energi disebut vampire listrik. Desa Tumpak sebagai bagian kawasan KEK Mandalika maka peran serta masyarakat dalam program konservasi energi sangat diperlukan. Melalui kegiatan edukasi PKM telah terjadi peningkatan kemampuan peserta dari sisi teori dan praktik budaya hemat energi dari vampir listrik. Hasil evalusi pre-test dan pos-test terjadi peningkatan pemahaman dasar dan lanjut peserta sebesar 39,42%. Pada studi kasus pengukuran vampir listrik beban peralatan listrik/elektronik rumah tangga golongan tarif R-1/TR dengan daya 1300 VA, rerata konsumsi vampir listrik energy standby meyerap energi listrik sebesar 21,463344 kWh/bulan. Dengan edukasi ini maka  dapat menghemat biaya sebesar Rp.32.195,00/bulan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muljono, A. B., I Made Ari, N., Sultan, S., Tohri, M., Paniran, P., Ginarsa, I. M., … Sasongko, S. M. A. (2022). Edukasi Masyarakat desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah Melalui Penyuluhan Budaya Hemat Energi dari Vampir Listrik. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(3), 331–339. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i3.2116

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free