Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi kegiatan pembelajaran tidak bisa dilakukan sewenang-wenang tetapi harus mengacu pada kurikulum yang berlaku. Sebagai seorang guru harus bisa melakukan kegiatan orientasi pelaksanaan kurikulum di satuan pendidikan untuk memenuhi tuntutan kurikulum scara maksimal. Tujuannya unntuk mengetahui kapabilitas orientasi yang dilakukan guru. Tindakan dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen utama yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket. Sampel penelitian 108 guru di satuan pendidikan menengah atas di Pekanbaru. Analisis data dilakukan dengan cara mengamati setiap butir-butir angket yang telah diisi oleh responden. Hasil analisis menunjukkan menjalankan kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan 3,93; memilah konten yang sesuai dengan tuntutan masa depan 3,92; mencari materi sesuai tuntutan kurikulum 4,50; menyesuaikan tuntutan kurikulum dengan kondisi dan lingkungan 4,51; dan menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran 4,70. Rata-rata kemampuan guru pada kontek mengorientasikan pelaksanaan kurikulum pembelajaran berada pada standar 4,31 dengan kategori sangat tinggi. Para guru berupaya secara positif dan signifikan menjalankan tuntutan kurikulum dengan maksimal. Kesuksesan kurikulum pembelajaran itu berada pada kesuksesan guru dalam menerjemahkan dan melaksanakan di lapangan. Berbagai skil, pengetahuan, dan pengalaman turut serta mempengaruhi guru dalam menjalankan tuntutan kurikulum.
Cite
CITATION STYLE
Zulhafizh, Z. (2020). ORIENTASI PELAKSANAAN KURIKULUM PEMBELAJARAN DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS: PERSPEKTIF GURU. JURNAL PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 4(2). https://doi.org/10.33578/pjr.v4i2.7943
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.