RAGAM BAHASA SANTRI DI PONDOK PESANTREN

  • Nugraha E
  • Taufiq W
  • Halim M
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gejala campur kode dan interferensi merupakan akibat dari adanya penutur bilingual atau multilingual. Begitu pula yang terjadi dengan subjek peneliti di pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna Tasikmalaya yang memiliki santri dari latar belakang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor campur kode serta interferensi yang terdapat dalam tuturan santri pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna Tasikmalaya. Adapun penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dan cakap. Metode simak hanya menggunakan teknik sadap dengan merekam percakapan melalui aplikasi smartphone. Dalam metode cakap, peneliti menggunakan teknik pancing serta rekaman. Kemudian data dianalisis dengan mencari tuturan santri pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna yang didalamnya mengandung campur kode dan interferensi. Hasil dari penelitian ialah berupa bentuk campur kode ke luar dan ke dalam yang berwujud penyisipan kata dan frase. Adapun interferensi bahasa terjadi pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan interferensi dalam tuturan santri pondok pesantren Al-furqon Muhammadiyah Singaparna ialah berdasarkan asal usul penutur berasal, kebergantungan dengan bahasa Ibu, dan kurangnya padanan

Cite

CITATION STYLE

APA

Nugraha, E. F., Taufiq, W., & Halim, M. A. (2022). RAGAM BAHASA SANTRI DI PONDOK PESANTREN. Hijai - Journal on Arabic Language and Literature, 4(2), 108–122. https://doi.org/10.15575/hijai.v4i2.9298

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free