Meninjau Ulang Perspektif Hidup Berkelimpahan Dan Hidup Berkekurangan Dalam Konteks Doa Orang Kristen

  • Timbuleng N
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meninjau ulang perspektif hidup berkelimpahan dan hidup berkekurangan dalam konteks doa orang Kristen, dengan fokus pada peran doa dalam membentuk sikap spiritual dan pemahaman umat terhadap dua keadaan tersebut. Masalah dalam praktik iman Kristen, banyak orang merasa bingung antara menjalani hidup berkelimpahan yang diasosiasikan dengan berkat materi dan hidup berkekurangan yang sering dianggap sebagai ujian. Ketegangan antara kedua perspektif ini dapat memengaruhi cara umat berdoa dan berinteraksi dengan Tuhan serta sesama. Penelitian ini menggunakan metode  pendekatan kualitatif dengan analisis teologis terhadap teks-teks Alkitab, literatur spiritual, dan wawancara mendalam dengan praktisi iman. Dengan demikian, artikel ini mengumpulkan berbagai pandangan dan pengalaman umat Kristen mengenai doa dalam konteks kelimpahan dan kekurangan. Hasil yang hendak dicapai bahwa doa berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan umat dengan Tuhan dalam berbagai keadaan.Akhir dari artikel ini adalah sebuah kesimpulan yang memberi penegasan mengenai hasil penelitian yang dicapai.

Cite

CITATION STYLE

APA

Timbuleng, N. M. (2023). Meninjau Ulang Perspektif Hidup Berkelimpahan Dan Hidup Berkekurangan Dalam Konteks Doa Orang Kristen. Educatio Christi, 4(1), 33–46. https://doi.org/10.70796/educatio-christi.v4i1.85

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free