Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik

  • Sofwan Hadianto Prasetyo
  • Arieni A
  • Djoko Susanto
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofwan Hadianto Prasetyo, Arieni, A. A., & Djoko Susanto. (2024). Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik. Journal of International Multidisciplinary Research, 2(11), 90–95. https://doi.org/10.62504/jimr964

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free