Kaidah ‘Aam, Khas dan Takhshish dalam Hukum Keluarga

  • Jannah F
  • Ramadany T
  • Azwar Z
N/ACitations
Citations of this article
87Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lafaz merupakan suatu ungkapkan yang dengannya dapat dipahami satu hal. Akan tetapi makna dari lafaz itu akan sangat dipengaruhi dengan sesuatu yang bergandengan dengannya. Makna dari lafaz bisa saja bermakna aam (umum) khas (khusus), dan Takhsis. Tulisan ini akan mengetengahkan bagaimana lafaz dapat bermakna am, khas, dan takhsis dengan diiringi penjelasan kaidah/ketentuan yang dapat mempengaruhinya. Penelitian ini  menggunakan metode library research dengan dimana nanti penulis akan memaparkan pembahasan  dengan menyertakan contoh-contoh dari al-Quran dan Hadis untuk menemukan satu pemahaman yang lebih jelas dari satu dalil syara’. Hasil penelitian ini menemukan terdapat tiga hukum keluarga yang telah melalui tahapan kaidah takhshish, dimana lafaz ‘aam yang ada dari dalil syara’ ditakhshish sehingga maknanya menjadi lebih sempit atau terbatas.Pronunciation is an expression with which one thing can be understood. However, the meaning of the pronunciation will be greatly influenced by something that goes hand in hand with it. The meaning of lafaz can mean aam (general), special (special), and Takhsis. This paper will explore how lafaz can mean am, distinctive, and takhsis, accompanied by an explanation of the rules/provisions that can influence it. This study uses the library research method, where later the author will explain the discussion by including examples from the Koran and Hadith to find a clearer understanding of a syara' proposition. The results of this study found that there are three family laws that have gone through the stages of the takhshish rule, where the existing 'aam' pronunciation from the syara' proposition is taken so that the meaning becomes narrower or limited.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jannah, F. M., Ramadany, T., & Azwar, Z. (2024). Kaidah ‘Aam, Khas dan Takhshish dalam Hukum Keluarga. Akademika : Jurnal Keagamaan Dan Pendidikan, 19(2), 167–178. https://doi.org/10.56633/jkp.v19i2.580

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free