Sampyuh: Genealogi Konflik Industri Ekstraktif di Lanskap Masyarakat Agraris

  • Widyanta A
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berlatar gaduh ekonomi politik makro nasional, seputar renegosiasi kontrak tambang, tulisan ini hendak mengusung wacana tanding dari sudut bidik diametral, yaitu di tataran mikro kehidupan sosio-kultural warga seputar kawasan tambang. Upaya ini penting untuk memberikan kontra hegemoni atas diskursus politik makro yang cenderung bias ekonomi dan abai terhadap kompleksitas kehidupan warga, kekuatan politik riil, dengan segenap kontestasi kuasa multi-aktor di tingkat lokal. Berbasis pada systematisizing of experiences dari riset di kawasan tambang, tulisan terpilah ke dalam empat bagian: pertama, paparan akan mencuplik sekilas gaduh renegosiasi kontrak tambang termutakhir sebagai latar penjelas existing situation regulasi pertambangan di Indonesia. Kedua, tulisan akan membabar lini masa (timeline) berikut kronologi ringkas hadirnya Gold Mining Company (GMC) di “Bumi Timur”. Ketiga, tulisan akan mendedahkan pembalikan gaya hidup dan laten konflik yang senantiasa membayangi kehidupan warga seputar kawasan tambang. Keempat, tulisan akan menyajikan sejumlah refleksi kritis dan peta jalan pembangunan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan ke depan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widyanta, A. B. (2017). Sampyuh: Genealogi Konflik Industri Ekstraktif di Lanskap Masyarakat Agraris. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(2), 87. https://doi.org/10.22146/jps.v2i2.30018

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free