ALIENASI DALAM NOVEL THE GOLDFINCH KARYA DONNA TARTT

  • Putri E
  • Sacmadi I
  • Krishnapatria K
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana isu alienasi disajikan sekaligus dikategorikan dalam novel ketiga karya Donna Tartt yaitu The Goldfinch (2013), dan juga menunjukkan bagaimana penyajian isu ini menunjukkan ketiadaan perpindahan kelas sosial. Isu alienasi tersebut merujuk pada konsep alienasi dalam kesusastraan yang dikemukakan oleh Mary Horton, Nancy Gray Diaz, dan Jennifer McClinton-Temple. Dalam artikel ini, alienasi sebagai suatu konsep dalam novel diteliti melalui aspek-aspek naratif seperti fokalisasi dan ruang berdasarkan teori naratologi yang dijelaskan oleh Mieke Bal. Tokoh utama dalam novel, yang secara bersamaan berperan sebagai fokalisator dan narator, mengekspresikan rasa keterasingan dan keterpisahan dari hal-hal di sekitarnya ketika berupaya menaikkan status kelas sosianya. Penyajian alienasi tokoh utama dari komunitasnya, lingkungan fisiknya—baik dari kelas pekerja maupun kelas menengah ke atas—dan dari dirinya sendiri atau kondisi kemanusiaannya merepresentasikan alienasi dirinya dari kelas pekerja dan kelas-kelas di atasnya. Kami berargumentasi bahwa novel ini menunjukkan tiadanya kemungkinan kenaikan kelas sosial dari kelas bawah ke kelas atas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, E. T., Sacmadi, I. F., & Krishnapatria, K. (2023). ALIENASI DALAM NOVEL THE GOLDFINCH KARYA DONNA TARTT. Metahumaniora, 13(2), 123–130. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.45787

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free