Abstract
Perbedaan antara benih unggul dengan benih padi tidak unggul terletak pada proses sertifikasi, dimana benih bibit unggul di proses dan di pelihara sedemikian rupa sehingga tingkat kemurnian varietas dapat terpelihara dan memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan serta telah di sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Sedangkan benih yang tidak unggul merupakan benih dari varietas lokal atau dari hasil penangkaran sendiri yang telah dipilih dan dianggap memenuhi syarat untuk dijadikan benih padi oleh petani tanpa melalui proses pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Pengguna bibit padi unggul mendatangkan banyak keuntungan diantaranya meningkatkan mutu hasil yang nantinya berpengaruh terhadap peningkatan pendapat petani.Untuk membantu dalam proses pencarian maka digunakan metode K-Means yang dipergunakan untuk mengelompokan data nonhierarki (sekatan) yang mempartisi data yang ada kedalam dua bentuk atau kelompok. Ada pun tujuan pengelompokan data ini adalah untuk meminimalkan fungsi objektif yang di set dalam proses pengelompokan yang pada umumnya berusaha meminimalkan variasi didalam suatu kelompok
Cite
CITATION STYLE
Yakub, S. (2018). Penerapan Data Mining dalam pengelompokan Bibit Padi Ungggul Berdasarkan Minat Beli Konsumen Pada PT.Sang Hyang Seri Regional IV Deli Serdang dengan Menggunakan Metode Clustering Algoritma K-Means. Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika Dan Komputer), 17(2), 192. https://doi.org/10.53513/jis.v17i2.43
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.