Penerapan Data Mining dalam pengelompokan Bibit Padi Ungggul Berdasarkan Minat Beli Konsumen Pada PT.Sang Hyang Seri Regional IV Deli Serdang dengan Menggunakan Metode Clustering Algoritma K-Means

  • Yakub S
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perbedaan antara benih unggul dengan benih padi tidak unggul terletak pada proses sertifikasi, dimana benih bibit unggul di proses dan di pelihara sedemikian rupa sehingga tingkat kemurnian varietas dapat terpelihara dan memenuhi standar mutu  benih yang ditetapkan serta telah di sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan  Sertifikasi Benih (BPSB). Sedangkan benih yang tidak unggul merupakan benih dari varietas lokal atau dari hasil penangkaran sendiri yang telah dipilih dan dianggap memenuhi syarat untuk dijadikan benih padi oleh petani tanpa melalui proses pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Pengguna bibit padi unggul mendatangkan banyak keuntungan diantaranya meningkatkan mutu hasil yang nantinya berpengaruh terhadap peningkatan pendapat petani.Untuk membantu dalam proses pencarian maka digunakan metode K-Means yang dipergunakan untuk mengelompokan data nonhierarki (sekatan) yang mempartisi data yang ada kedalam dua bentuk atau kelompok. Ada pun tujuan pengelompokan data ini adalah untuk meminimalkan fungsi objektif  yang di set dalam proses pengelompokan yang pada umumnya berusaha meminimalkan  variasi didalam suatu kelompok

Cite

CITATION STYLE

APA

Yakub, S. (2018). Penerapan Data Mining dalam pengelompokan Bibit Padi Ungggul Berdasarkan Minat Beli Konsumen Pada PT.Sang Hyang Seri Regional IV Deli Serdang dengan Menggunakan Metode Clustering Algoritma K-Means. Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika Dan Komputer), 17(2), 192. https://doi.org/10.53513/jis.v17i2.43

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free