Pendekatan Bahasa Rupa dan Semiotika pada Karya Wayang Machine oleh Krisna Murti

  • Oktorina K
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karya seni media baru di Indonesia memberikan variasi pada seni kontemporer. Pada awalnya karya seni media baru sering digunakan sebagai kritik terhadap teknologi itu sendiri. Sebagai seniman media baru Krisna Murti juga sering menggunakan karyanya untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara modernitas dan tradisi khususnya yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi. Wayang Machine (2002) merupakan salah satu karya Krisna Murti yang sangat kental akan representasi budaya lokal khususnya wayang. Karya tulis ini mencoba untuk menganalisa seni media baru khususnya Wayang Machine menggunakan dua teori. Teori Bahasa Rupa Primadi Tabrani yang berasal dari Indonesia dan Teori Semiotika milik Roland Barthes. Dari hasi analisa ditemukan bahwa teori Bahasa Rupa dan Semiotika dapat saling menguatkan pemaknaan sebuah karya seni. Bahasa Rupa mampu membahas secara detail pembacaan makna gerak, tokoh dan pendukung khas Indonesia. Sedangkan semiotika memberikan pemaknaan konteks konotatif yang lebih mendalam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oktorina, K. (2022). Pendekatan Bahasa Rupa dan Semiotika pada Karya Wayang Machine oleh Krisna Murti. Jurnal Seni Nasional Cikini, 8(1), 43–54. https://doi.org/10.52969/jsnc.v8i1.163

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free