HUBUNGAN TINGKAT KELEMBABAN RUMAH TINGGAL DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG

  • Indriyani N
  • Istiqomah N
  • Anwar M
N/ACitations
Citations of this article
190Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian dan masalah kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Tulis adalah TB paru yang meningkat setiap tahunnya, dengan angka prevalensi tahun 2014 sebesar 83,4/100.000 penduduk. Salah satu faktor yang mempengaruhi adanya agen bakteri tuberkulosis yaitu lingkungan rumah tinggal. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat kelembaban rumah tinggal dengan kejadian TB paru di wilayah kecamatan Tulis. Desain penelitian case control, variabel bebas yang diteliti yaitu tingkat kelembaban, dan variabel confounding adalah luas ventilasi, keberadaan jendela, pencahayaan, suhu. Sampel penelitian  70 responden, terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol. Hasil analisis bivariat uji chi square bahwa ada hubungan antara tingkat kelembaban (p=0,004 OR=4,792) dan pencahayaan (p=0,031 OR=3,273) dengan TB paru. Analisis multivariat yang terbukti sebagai faktor resiko adalah tingkat kelembaban (OR=3,801) dikontrol pencahayaan (OR=1,456).

Cite

CITATION STYLE

APA

Indriyani, N., Istiqomah, N., & Anwar, M. C. (2016). HUBUNGAN TINGKAT KELEMBABAN RUMAH TINGGAL DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG. Unnes Journal of Public Health, 5(3), 214. https://doi.org/10.15294/ujph.v5i3.11311

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free