Abstract
Keberhasilan pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS ditentukan oleh manajemen fundraising dan distribusi yang dianut oleh lembaga zakat. Ada beberapa model fundraising dan distribusi dana ZIS yang dapat diterapkan dalam mengelola dana ZIS. UPZ adalah salah satu bagian dari organisasi pengelola zakat yang paling akhir menurut regulasi kita. UPZ memiliki wewenang untuk mengumpulkan dana zakat dan dana infak sedekah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model fundraising dan distribusi dana ZIS di UPZ desa Wonoketingal Karanganyar Demak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Manakala analisis data yang dipakai adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa UPZ Desa Wonoketinggal menggabungkan dua model fundraising, yaitu direct fundraising dan indirect fundraising. Indirect fundraising digunakan untuk mensosialisasikan program melalui pengumuman di pengajian, pertemuan warga ataupun pada saat solat Jumu’ah. Dan direct fundraising dilakukan pengurus UPZ dengan cara mendatangi rumah warga secara langsung. Sementara model distribusi dana ZIS yang diterapkan UPZ Desa Wonoketingal adalah model konsumtif tradisional dan model produktif kreatif. Model konsumtif tradisional digunakan untuk mendistribusikan zakat fitrah, zakat mal bagi fakir miskin, dan dana infak sedekah. Sedangkan model produktif kreatif digunakan untuk distribusi dana zakat mal bagi gharim.
Cite
CITATION STYLE
Ridwan, M. (2016). ANALISIS MODEL FUNDRAISING DAN DISTRIBUSI DANA ZIS DI UPZ DESA WONOKETINGAL KARANGANYAR DEMAK. JURNAL PENELITIAN, 10(2). https://doi.org/10.21043/jupe.v10i2.1879
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.