MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BIMA

  • Nurmiwati N
  • Fahidah F
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Makna penggunaan ungkapan bergantung pada pilihan kata atau kalimat yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan interaksi dalam kehidupan sosial masyarakat. Penggunaan ungkapan dalam kehidupan sehari-hari hanya  digunakan jika penutur ingin menyampaikan tujuan dan maksud dalam hal yang positif maupun yang negatif. Penyampain sindiran dapat disampaikan dengan ungkapan yang halus maupun ungkapan yang tidak halus seperti ungkapan yang digunakan dalam masyarakat Bima.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makna ungkapan yang disampaikan oleh masyarakat Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam melakukan analisis data. Sedangkan untuk penggumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, catat, rekam, dokumentasi dan teknik terjemahan. Langkah-langkah penganalisisan data dengan menggunakan  yakni reduksi, penyederhanaan, penyajian, deskripsi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemukan adanya penggunaan makna ungkapan diantaranya; 1) menasehati, 2) memotifasi, 3) memberikan dukungan, 4) mengingatkan, 5) menyadarkan,dan 6) melengkapi, dan 7) menyemangati

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurmiwati, N., & Fahidah, F. (2019). MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BIMA. Jurnal Ilmiah Telaah, 3(2), 123. https://doi.org/10.31764/telaah.v3i2.1229

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free