Abstract
Abstract - Visual impairment is a term given to someone who does not have healthy vision. To fulfill their daily life needs, people with visual impairment tend to depend on the facilities in public open spaces. Accessibility that should support people with visual impairment in using public transportation facilities is often poorly maintained. This kind of condition could lead to fatal consequences to the safety of persons with disabilities. Options linked to accessing public open spaces for people with visual impairment become limited due to the lack of facilities. The refurbishment has been done at Tanah Abang Station by providing a transit plaza for users that is connected to various public transportation facilities, which enables easy and comfortable navigation. This has become an opportunity, to build better public facilities that are accessible to all users, including for people with visual impairment. Through this effort, the transit plaza should be able to serve as a public space that is beneficial for people with visual impairment, so there are more possibilities to ensure their quality of life. The purpose of this study is to determine the extent to which the transit plaza can provide accessibility for people with visual impairment. The method used is qualitative and data collection was carried out through literature studies, field surveys as well as interviews and simulations with people with visual impairment. The results conclude that the accessibility value referring to technical requirements indicates that the transit plaza sufficiently complies with accessibility standards regarding public open spaces. This value is compared to the experience of people with visual impairment . This study found that there are some differences from the aspect of convenience according to the people with visual impairment's point of view. The mobility in the transit plaza is considered easy and safe by people with visual impairment. When they had to determine direction or orientation, people with visual impairment who were not familiar with transit plaza still had difficulties to navigate independently. When facing these situations, blind people adapted by relying on abilities other than their sight as an alternative. Transit plaza could provide universal convenience for users by accommodate accessibility that can not only encourage the independence of the people with visual impairment, but also support comfort and safety of individuals without visual impairment. Keywords: Visual impairment, accessibility, transit plazaAbstrak - Tunanetra merupakan istilah yang diberikan pada seseorang dengan kondisi penglihatan kurang atau tidak baik. Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup membawa tunanetra untuk turut bergantung pada ketersediaan fasilitas di ruang terbuka publik. Khususnya dalam memanfaatkan transportasi umum, aksesibilitas bagi tunanetra sering kali tidak lengkap atau tidak terawat. Tidak tersedianya kemudahan menyebabkan pilihan untuk mengakses ruang terbuka publik bagi tunanetra menjadi terbatas. Adanya renovasi yang dilakukan di Stasiun Tanah Abang dalam bentuk penyediaan plaza transit, menjadi peluang untuk menciptakan fasilitas publik yang aksesibel bagi semua kalangan penggunanya termasuk kaum tunanetra. Penataan dilakukan untuk memberi kemudahan bagi penggunanya agar dapat terkoneksi dengan berbagai pilihan moda transportasi dengan mudah dan nyaman. Melalui usaha penataan ini, plaza transit dapat menjadi ruang publik yang juga bermanfaat bagi kaum tunanetra, sehingga dapat membuka kesempatan bagi tunanetra untuk menjamin kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana plaza transit tersebut dapat mendukung aksesibilitas bagi tunanetra. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, survey lapangan serta wawancara dan simulasi bersama narasumber tunanetra. Kesimpulan nilai aksesibilitas berdasarkan persyaratan teknis menyatakan bahwa plaza transit cukup baik memenuhi standar aksesibilitas di ruang terbuka publik. Nilai tersebut dibandingkan dengan pengalaman tunanetra dan ditemukan adanya beberapa perbedaan dari aspek kemudahan menurut sudut pandang tunanetra. Kemudahan dalam melakukan mobilitas di plaza transit, dirasa cukup mudah dan aman bagi tunanetra. Untuk menentukan arah atau orientasi, tunanetra yang belum familiar dengan plaza transit masih menemukan kesulitan dan belum bisa melakukannya secara mandiri. Dalam menghadapi kesulitan yang ada, tunanetra beradaptasi dengan mengandalkan kemampuan diluar penglihatan sebagai alternatif. Plaza transit dapat memberikan kemudahan penggunanya secara universal dengan menyediakan aksesibilitas yang tidak hanya dapat mendorong kemandirian tunanetra, namun juga mendukung kenyamanan dan keamanan bagi semua orang. Kata-kata kunci: Tunanetra, aksesibilitas, plaza transit
Cite
CITATION STYLE
Bonita, T., & L. Lukman, A. (2021). ACCESSIBILITY EVALUATION OF THE TRANSIT PLAZA OF TANAH ABANG STATION ACCORDING TO USERS WITH VISUAL IMPAIRMENT. Riset Arsitektur (RISA), 6(01), 1–19. https://doi.org/10.26593/risa.v6i01.5423.1-19
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.