Abstract
Homoseksual termasuk kata yang tabu diucapkan namun banyak dilakoni sebagian masyarakat. Banyak yang terjerumus dengan prilaku menyimpang tersebut dikarenakan faktor lingkungan sekitar. Perilaku homoseksual juga sangat erat kaitannya dengan HI-Aids. Penulis merasa perlu melakukan pendekatan secara personal untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupan kaum homoseksual yang ada di Banjarmasin dan penyakit menular seksual yang membayangi mereka dengan tujuan agar tidak berkembangluasnya perilaku seksual menyimpang tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab terjadinya prilaku seks menyimpang pada komunitas MUA Banjarmasin dan bentuk pencegahan dengan penyuluhan kesehatan tentang bahaya prilaku seks meyimpang. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan memang sudah terjadi perilaku seks menyimpang sesama jenis pada komunitas MUA Banjarmasin. Mereka sangat mengetahui resiko penyakit yang dihadapi ketika berhubungan sesama jenis, namun mereka beranggapan penyakit datangnya dari diri sendiri selama bisa menjaga diri maka bisa mengurangi resiko penularan. Kesimpulannya beberapa faktor pemicu terbentuknya perilaku seks sesama jenis karena faktor lingkungan, kesalahan dalam pola asuh orang tua, interaksi berlebihan sesama jenis, dan stress akibat tekanan kerja. Untuk menyadarkan perilaku menyimpang anggota komunitas MUA Banjarmasin perlu dilaksankan penyuluhan kesehatan sebagai bentuk komunikasi. Model penyuluhan yang bisa dilaksanakan adalah komunikasi dua arah seperti tanya jawab atau diskusi.
Cite
CITATION STYLE
Arizal, A., Gita, G., Irwansyah, I., Kurnianti, I., & Fajar Kurniawan, M. (2021). Prilaku Homoseksual Komunitas Mua Banjarmasin dan Komunikasi Persuasif sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Seksual Melalui Penyuluhan Kesehatan. Jurnal Health Sains, 2(7), 848–857. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i7.215
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.