KAJIAN FARMAKOGNOSTIK HERBA MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) dan HERBA MENIRAN MERAH (Phyllanthus urinaria L.)

  • Handayani V
  • Nurfadillah N
N/ACitations
Citations of this article
262Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Herba meniran secara empiris telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ditinjau dari prospek yang sangat potensial sebagai bahan obat maka perlu dilakukan kajian farmakognostik sampel untuk pengendalian mutu dan keaslian simplisia. Penelitian ini bertujuan memberikan dasar ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif telah dideskripsikan. Kajian morfologi pada daun herba meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan daun herba meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang sama. Pada batang memiliki perbedaan, meniran hijau percabangannya monopodial dan berwarna hijau sedang meniran merah percabangannya simpodial dan berwarna merah. Pada akar sama-sama berakar tunggang serta berwarna putih kekuningan. Berdasarkan kajian anatomi pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan Meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang sama baik dari daun, batang maupun akarnya. Berdasarkan kajian identifikasi kandungan kimianya pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) mengandung tanin (katekol), saponin dan karbohidrat, sedangkan pada meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) hanya mengandung tanin (katekol) dan saponin.

Cite

CITATION STYLE

APA

Handayani, V., & Nurfadillah, N. (2016). KAJIAN FARMAKOGNOSTIK HERBA MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) dan HERBA MENIRAN MERAH (Phyllanthus urinaria L.). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.33096/jffi.v1i1.196

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free