Abstract
Bagi penderita HIV/AIDS, keputusan untuk minum obat merupakan keputusan besar dengan konsekuensi yang besar pula. Minum obat tidak hanya membawa konsekuensi fisik dan psikologis, tapi juga beragam reaksi sosial, terutama dari keluarga dan komunitas terdekat. Penderita HIV/AIDS juga mengalami tekanan sosial dan konflik dari lingkungan sosialnya. Tekanan yang diterima oleh penderita HIV/AIDS merupakan tantangan untuk melanjutkan hidup, sekaligus sebagai sumber dukungan bagi individu yang bersangkutan. Besarnya dampak dari pengalaman minum obat membuat individu memaknai perilaku minum obat bagi dirinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologis. Partisipan sebanyak dua orang diperoleh melalui pencarian dengan kriteria-kriteria tertentu di VCT RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Makna minum obat diperoleh dari hasil pengalaman subyektif penderita HIV/AIDS dalam menghadapi penderitaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita HIV/AIDS memaknai minum obat sebagai penyambung nyawa karena adanya harapan untuk mendampingi dan mewujudkan cita-cita anaknya.
Cite
CITATION STYLE
Sari, F., Dewi, E. K., & Kahija, Y. F. L. (2015). MAKNA PERILAKU MINUM OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS RAWAT JALAN DI VCT RSUP DR.KARIADI SEMARANG. Jurnal Psikologi Undip, 13(2). https://doi.org/10.14710/jpu.13.2.190-195
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.